Berita SDK St. Ursula Ende
Peringatan Pesta St. Ursula: Mengabdi dengan Kesetiaan, Disiplin, dan Semangat Berkorban

Peringatan Pesta St. Ursula: Mengabdi dengan Kesetiaan, Disiplin, dan Semangat Berkorban

Kampus Santa Ursula Ende, 21 Oktober 2026 — Seluruh komunitas sekolah menyelenggarakan perayaan Pesta Santa Ursula, pelindung sekolah, dengan penuh khidmat dan rasa syukur pada hari ini. Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi (Misa) kudus sejak pagi hari, dilanjutkan dengan acara ramah tamah serta kebersamaan.

Misa kudus dipimpin oleh Romo Gusti Wadhi secara konselebrasi bersama Pater Pian dan Pater Tiasa. Dalam homilinya, Romo Gusti mengingatkan bahwa Pesta Santa Ursula merupakan momen penting untuk memperingati sekaligus merayakan keberanian, kemurnian, dan keteladanan iman pelindung sekolah.

Merujuk pada bacaan Injil hari ini, Romo Gusti menyoroti satu kata penting yang kerap dihindari oleh manusia modern, yakni “Berkorban”.

“Kita sering kali terbiasa mengejar impian pribadi, hidup dalam zona nyaman, dan terkurung dalam keegoisan diri, bukannya berjalan dalam kehendak Tuhan,” ungkap Romo Gusti dalam refleksinya.

Lebih lanjut, Romo Gusti membagikan dua poin refleksi utama agar seluruh warga sekolah dapat tumbuh menjadi pribadi yang mau berkorban dan senantiasa mengutamakan Tuhan:

  1. Mengendalikan Keinginan Pribadi melalui Kesetiaan dan Disiplin

Pengorbanan yang sejati diwujudkan melalui pelayanan yang setia kepada Tuhan dan sesama dalam setiap tindakan sehari-hari. Eksistensi dan ketahanan karya Ursulin hingga saat ini tidak lepas dari nilai kesetiaan serta disiplin diri yang dihidupi oleh para Suster, Guru, dan Dosen. Disiplin dan kesetiaan menuntut setiap pribadi untuk berani keluar dari zona nyaman dan keegoisan diri.

  1. Menjauhi Sikap “Merasa Berjasa”

Sikap merasa telah banyak berjasa kerap membuat seseorang selalu menuntut ucapan terima kasih dan mudah kecewa ketika tidak mendapat apresiasi. “Merasa berjasa adalah cara halus iblis untuk menjauhkan kita dari Tuhan dan memupuk kesombongan diri,” tegas Romo Gusti.

Melalui perayaan ini, seluruh warga sekolah diajak untuk meneladani Santa Ursula yang berani memberi diri secara total demi karya Tuhan, melayani tanpa pamrih, dan setia dalam setiap langkah kehidupan. Usai perayaan Misa yang penuh khidmat, kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga sekolah, disusul dengan acara bebas dan kebersamaan hingga seluruh rangkaian acara berakhir dengan lancar dan penuh kehangatan.